Korupsi Merajalela, Investor Kabur, Rakyat Kena Getahnya
Akhir-akhir ini, suasana ekonomi di Indonesia kerasa makin suram. Bukan karena hujan terus-terusan, tapi karena “hujan koruptor” yang terus bermunculan. Dan sayangnya, bukan cuma bikin rakyat geleng-geleng kepala, tapi juga bikin para investor asing angkat kaki dari Indonesia.
Iklan
Dampaknya?
Banyak perusahaan yang gulung tikar, PHK massal di mana-mana, pabrik tutup, dan startup mulai berguguran satu per satu. Bahkan perusahaan-perusahaan yang dulunya dianggap kuat, mulai goyah.
Tokopedia Jual ke TikTok, Gojek Katanya Mau Dilego ke Grab?
Belum lama ini, kita udah tahu Tokopedia resmi “dinikahi” TikTok. Sekarang muncul kabar kalau Gojek juga bakal dijual ke Grab. Waduh...
Kalau ini bener kejadian, artinya dua raksasa digital Indonesia udah lepas dari tangan lokal. Dan yang bikin was-was, Grab bukan perusahaan Indonesia. Belum tahu ke depannya mereka bakal gimana atur regulasi untuk para driver, UMKM mitra, dan pengguna loyal Gojek.
Padahal, Gojek dulunya simbol kebanggaan anak bangsa. Lahir dari tanah Indonesia, besar bareng rakyatnya, bantu UMKM, bantu driver, bahkan jadi penyelamat pas pandemi. Tapi sekarang... masa iya harus diselamatkan oleh pihak luar?
Pemerintah, Lagi di Mana Nih?
Yang bikin tambah sedih, belum terlihat ada langkah tegas atau sikap nyata dari pemerintah buat menyelamatkan Gojek atau startup lokal lain. Padahal kalau terus-terusan dibiarkan, ekosistem digital Indonesia bisa dikuasai asing. Kita tinggal jadi penonton di rumah sendiri.
Bukannya anti asing, tapi akan lebih sehat kalau ekonomi digital bisa tumbuh dari dan untuk bangsa sendiri. Apalagi yang terancam bukan cuma bisnis, tapi juga jutaan pekerja dan pelaku UMKM di dalamnya.
Saatnya Kita Dukung Digital Lokal, Sekecil Apapun Itu
Memang, kita gak bisa langsung nyelametin Gojek atau bikin undang-undang sendiri. Tapi kita bisa mulai dari hal kecil: dukung produk dan layanan lokal. Mulai dari belanja ke UMKM, pakai aplikasi buatan lokal, sampai bikin usaha digital sendiri.
Kamu bahkan bisa mulai dari punya website sendiri dengan domain .my.id yang khas Indonesia banget.
Layanan seperti Creaticode bisa bantu kamu bangun website profesional, cukup dengan 400 ribu/tahun udah termasuk domain lokal dan hosting!
Yuk, mulai dari sini: Buat Website Murah
Bangun ekonomi digital bangsa bisa dimulai dari kita.
Karena kalau bukan kita, siapa lagi?